Bersaing dengan Bangsa Lain SDM Unggul Bawa Indonesia

oleh -40 Dilihat
oleh
(Sumber - ist)

Lamongan, Poskota.online – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H. Laoly menyadari betul betapa pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul untuk dapat mencapai kemajuan bangsa. Hanya melalui SDM unggul pula, kita akan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain. “Kita hidup di era dengan perubahan yang sangat cepat, tidak terduga, dipengaruhi oleh banyak faktor yang sulit dikontrol, dan kompleks,” kata Yasonna saat memberikan orasi ilmiah pada acara Wisuda Purna Siswa Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Banjaranyar, Paciran, Lamongan, Jawa Timur.

“Mustahil kita mampu mencapai kemajuan dan kemandirian bangsa, apabila kita mengabaikan pembangunan yang semestinya bertitik berat pada keunggulan SDM,” tambah Yasonna, Minggu (09/06/2024) petang. Mewujudkan pembangunan SDM unggul, kata menkumham, merupakan prioritas pemerintah saat ini yang dapat dilakukan dengan berbagai upaya nyata. Seperti misalnya membangun sistem pendidikan yang baik dan bermutu.

“Diperlukan penataan terhadap sistem pendidikan, yang berkaitan dengan kualitas dan relevansinya dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, serta berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) merata di seluruh pelosok tanah air,” ucap Yasonna. Tak hanya itu, lanjut Yasonna, penguatan peran agama dalam kehidupan sosial bermasyarakat dalam rangka memperkokoh jati diri dan kepribadian bangsa (character building) juga merupakan hal yang krusial.

“Bagi Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat, dengan SDM yang menjunjung nilai-nilai islam ahlussunnah wal jama’ah, diharapkan mampu melahirkan cendekiawan dan pemimpin umat dan pembaharu yang wasathi (adil), andal dan inklusif, mampu merangkul semua kelompok,” ujarnya. Yasonna juga menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk memberikan orasi ilmiah pada Wisuda Purna Siswa Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat. “Acara wisuda ini merupakan acara resmi dan sakral, karena merupakan mata rantai dari proses kegiatan pendidikan yang harus ditempuh oleh siswa,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.