Pemalang – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menegaskan bahwa kegiatan sosial tidak boleh hanya bersifat seremonial, melainkan harus menjadi agenda rutin untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dan tertimpa musibah.
Hal tersebut disampaikan Anom Widiyantoro saat menghadiri acara Tasyakuran KADIN Kabupaten Pemalang dan PAMDI DPC Kabupaten Pemalang sekaligus penyerahan bantuan bagi korban kebakaran Pasar Pagi Pemalang, yang digelar di Kelurahan Pelutan, Kecamatan Pemalang, Minggu (10/1/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Anom hadir didampingi Ketua KADIN Pemalang Suwaryo, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta Ketua TP-PKK Kabupaten Pemalang, dr. Noor Faizah Maenofie.
Bupati Anom menyampaikan bahwa berdasarkan hasil kunjungannya ke berbagai wilayah di Kabupaten Pemalang, masih banyak masyarakat yang hidup dalam kondisi kekurangan sehingga membutuhkan perhatian bersama.
“Kegiatan sosial seperti ini jangan hanya menjadi acara seremonial, tetapi harus dijadikan agenda rutin. Masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan kita,” tegas Anom Widiyantoro.
Ia juga mengajak seluruh kepala OPD untuk bergerak bersama, berkolaborasi, dan bersinergi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang ada di tengah masyarakat.
“Kami bergerak dan mengajak seluruh OPD untuk kolaborasi dan bersinergi. Masih banyak persoalan sosial dan permasalahan masyarakat yang harus kita benahi ke depan,” ujarnya.
Menurut Anom, kegiatan sosial seharusnya tidak hanya dilakukan saat terjadi musibah, tetapi menjadi wujud kepedulian yang tulus dengan semangat gotong royong dan tepo sliro.
“Kegiatan seperti ini jangan hanya karena ada musibah, tetapi karena ketulusan dan semangat gotong royong kepada warga yang membutuhkan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua KADIN Pemalang dan PAMDI, Suwaryo, mengatakan bahwa kegiatan tasyakuran dan penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian sosial dunia usaha kepada masyarakat.
“Malam ini KADIN mengadakan tasyakuran dan penyerahan bantuan. Semoga dapat bermanfaat di bidang sosial, perekonomian, dan ikut mengurangi angka pengangguran,” kata Suwaryo.
Ketua Panitia kegiatan, Ali Hamasko, menjelaskan bahwa dana yang terkumpul dari para donatur mencapai Rp21.650.000 dan telah diwujudkan dalam bentuk paket bantuan sembako.
“Dana tersebut kami salurkan dalam bentuk 1 ton beras premium, 1 kwintal gula pasir, dan 100 liter minyak goreng untuk para korban kebakaran Pasar Pagi Pemalang,” jelas Ali.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus terjalin guna memperkuat kepedulian sosial serta meringankan beban warga yang tertimpa musibah.
Penulis: Ramsus





