Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat penanganan pascabencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera dengan mengerahkan ribuan alat berat dan personel. Hingga 7 Januari 2026, tercatat sebanyak 1.459 titik bencana ditangani di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi sejak hari pertama bencana, dengan prioritas pada keselamatan warga dan pemulihan akses infrastruktur.
“Penanganan tanggap darurat kami lanjutkan ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara aman dan layak,” ujarnya.
Dalam penanganan tersebut, Kementerian PU mengerahkan 1.712 unit alat berat, 1.328 personel, serta menyalurkan ratusan sarana pendukung seperti IPA Mobile, toilet darurat, hydran umum, dan tangki air. Penyediaan air baku juga dilakukan melalui pengeboran sumur dalam di sejumlah lokasi, termasuk di Aceh Tamiang.
Selain itu, Kementerian PU tengah menyelesaikan pembangunan hunian sementara berbasis struktur modular baja dan melakukan survei lokasi tambahan untuk pembangunan huntara di Aceh dan Sumatera Utara.
Kementerian PU menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait untuk memastikan pemulihan berjalan optimal sekaligus memperkuat mitigasi bencana di masa mendatang.





