Tangerang Selatan, Poskota.Online – Latar belakang diadakannya Sumpah Pemuda, berawal dari kesadaran para pemuda akan semangat persatuan dan kesatuan untuk bisa lepas dari belenggu penjajahan Belanda.
Awal abad ke-20, banyak organisasi pemuda lahir di berbagai daerah, seperti,
Budi Utomo (1908),
Tri Koro Dharmo (1915) yang kemudian menjadi Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, dan lain-lain.
Walau berdiri atas dasar kedaerahan, semuanya punya cita-cita sama: Kemerdekaan Bangsa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk menyatukan semangat tersebut, para pemuda mengadakan Kongres Pemuda I pada 30 April–2 Mei 1926 di Batavia (sekarang Jakarta), namun hasilnya belum konkret.
Dua tahun kemudian digelar kembali Kongres Pemuda II pada 27–28 Oktober 1928, di Jl. Kramat Raya Batavia (Jakarta) yang dipimpin oleh Sugondo Djojopuspito dari PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia).
Dalam kongres ini hadir tokoh-tokoh muda dari berbagai organisasi daerah dan tokoh penting seperti Muhammad Yamin, W.R. Supratman, Djoko Marsaid dan Ir. Soekarno.
Serta tokoh bangsa lainnya.
Di sinilah terjadi momen penting ketika
Wage Rudolf Supratman memperdengarkan lagu “Indonesia Raya” untuk pertama kali dengan biola. Dan sekaligus ditetapkan sebagai lagu Kebangsaan Indonesia.
Dari hasil Kongres Pemuda II tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan yang dikenal dengan Sumpah Pemuda.
Isi dari Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928)
POETOESAN CONGRES PEMOEDA-PEMOEDA INDONESIA
Kerapatan pemoeda-pemoeda Indonesia diadakan oleh perkoempoelan-perkoempoelan pemoeda Indonesia jang berdasarkan kebangsaan dengan namanja Jong Java, Jong Soematra (Pemoeda Soematra), Pemoeda Indonesia. Sekar Roekoen, Jong Islamieten, Jong Bataksbond. Jong Celebes. Pemoeda Kaoem Betawi dan Perhimpoenan Pelajar Indonesia.
Memboeka rapat pada tanggal 27 dan 28 Oktober tahoen 1928 dinegeri Djakarta:
Sesoedahnja mendengar pidato-pidato pembitjaraan jang diadakan didalam kerapatan tadi.
Sesoedahnja menimbang segala isi-isi pidato-pidato dan pembitjaraan ini.
Kerapatan laloe mengambil kepoetoesan:
Pertama: KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE TANAH INDONESIA
Kedoea: KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BER-BANGSA JANG SATOE BANGSA INDONESIA
Ketiga: KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN BAHASA INDONESIA
Setelah mendengar poetoesan ini, kerapatan mengeloearkan kejakinan azas ini wadjib dipakai oleh segala perkoempoelan kebangsaan Indonesia.
Mengeloearkan kejakinan persatoean Indonesia diperkoeat dengan memperhatikan dasar persatoeannja:
KEMAOEAN
SEDJARAH
BAHASA
HOEKOEM ADAT
PENDIDIKAN DAN KEPANDOEAN
dan mengeloearkan pengharapan, soepaja poetoesan ini disiarkan dalam segala soerat kabar dan dibatjakan dimoeka rapat perkoempoelan-perkoempoelan kita.
Arti dan Makna Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda mempunyai makna yang penting bagi perjuangan dan pergerakan bangsa Indonesia.
Sumpah Pemuda menegaskan persatuan bangsa di atas perbedaan suku, agama, dan daerah.
Inilah tonggak utama lahirnya rasa nasionalisme Indonesia yang kemudian menjadi dasar perjuangan menuju Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Sumpah Pemuda bukan hanya janji di atas kertas, melainkan hasil kesadaran kolektif generasi muda yang berani menolak sekat-sekat kedaerahan. Mereka sadar, tanpa persatuan, kemerdekaan hanyalah mimpi.
(Wirawan)
Penulis : Wirawan
Sumber Berita : Berbagai sumber






